Kata-kata Kotor Meracuni Anak Kecil Lewat Game Online

Kata-kata Kotor Meracuni Anak Kecil Lewat Game Online
Google.com


Sejak munculnya era smartphone pada tahun 2013 dengan mengusung teknologi jaringan super cepat seperti 3G dan sekarang 4G, perkembangan game online mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Sebab setiap orang dapat mengaksesnya kapanpun dan dimanapun ia berada dibandingkan dengan game online pada platform komputer.

Jika pada platform komputer, kita harus mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli komputer dengan kemampuannya yang mempuni. Datang ke warnet juga memakan biaya yang tak sedikit dan juga waktu yang di tempuh untuk kesana. Bayangkan jika ke warnet membutuhkan biaya Rp. 2500 untuk satu jam saja, bukankah lebih murah jika menggunakan paket data smartphone dengan harga Rp. 65.000 Unlimited 30 hari?.

Pemain Game Online Dari Semua Kalangan Usia

Dengan pesatnya pertumbuhan game online tersebut banyak dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa ikut ambil bagian dari memainkan game online tersebut. Game online sangat di gemari karena dalam game online musuh yang kita lawan adalah manusia bukan robot atau bot dari game itu sendiri.

Disitulah terjadi permainan yang kompetitif, sebab setiap pemain saling berusaha merebutkan kasta divisi tertinggi dari game tersebut. Jika bisa sampai kasta tertinggi mereka akan disebut Pro Player dan memiliki kebanggaan tersendiri. Maka tidak heran game online sangat digemari dan memiliki pemain aktif bulanan sampai puluhan juta. Mereka juga tidak segan mengeluarkan uang untuk membeli item dalam game dan skin dari hero.

Sisi Negatif Game Online

Namun dengan permainan yang sangat kompetitif tersebut memiliki sebuah sisi negatif terlebih jika game online tersebut memiliki sebuah fitur chat. Jika sebuah game online tersebut mengharuskan bermain bersama atau mabar dan membutuhkan kerja sama team kemudian salah satu pemain bermain buruk, maka akan mendapatkata kata-kata kasar dari rekan seteamnya.

Kata-kata kasar itu seperti mm (nama jenis hero) ko*nt*l lah, as*, m*m*k, p*p*k, l*nt*, p*l*r, bang*at, anjing dan lain sebagainya. Tidak segan mereka juga menghina ibu atau ayah dari pemain yang bermain tidak bagus. Seolah kata-kata kasar menjadi hal yang biasa dan lumrah dan terjadi hampir setiap pertandingan game online (tidak semua game online).

Dampak Kata Kasar Bagi Tumbuh Kembang Anak

Mirisnya pihak game online (tidak semua game online) yang sekarang sedang populer yang dimainkan oleh anak kecil sampai orang dewasa tidak memblokir kata-kata  kasar tersebut didalam gamenya. Jika anak kecil dibawah 14 tahun yang dihina dengan kata-kata kasar seperti itu dan memainkan game online setiap hari, maka akan berdampak pada psikologis dan tingkah laku anak.

Sebab jika kata-kata kasar itu didapatkan secara terus-menerus, baik dibaca ataupun didengar maka psikologis anak tersebut akan menganggap hal itu wajar. Terlebih anak tersebut akan mulai menirukan kata tersebut untuk orang lain kemudian anak tersebut menjadikan kata-kata kasar sebagai kata-kata sehari-hari atau kebiasaan.

Hal itu terbukti ketika saya menonton live streaming youtube saya menemukan kata kasar yang menghina presiden dengan sebutan kelamin. Setelah saya cek profilnya (nama profilnya ada kata gaming), terdapat video game online didalam profil tersebut. Di video tersebut menunjukan alamat instagramnya, ternyata setelah saya cek IGnya dia adalah seorang bocah yang masih sekolah.

Di group game online (tidak semua game online) yang sekarang populer yang terdapat di facebook sangat sering di jumpai kata-kata kasar seperti Goblok ajg, palkon (pala k*nt*l), bgst dan lain-lain. Seperti kata-kata kasar tersebut menjadi bahasa wajib dalam pergaulan player. 

Jika kata-kata kasar sudah menjadi kebiasaan sejak kecil maka akan berdampak pada cara berfikir dan tingkah laku anak. Anak akan menjadi kurang menghargai orang lain, hilangnya sopan santun, suka memaki orang lain, tidak patuh terhadap orang tua dan lain-lain.

Tindakan Bagi Anak Kecil Yang Terpapar Kata-kata Kotor

Jika tidak disadarkan hal itu akan berdampak saat mereka sudah besar atau terjun didunia kerja atau bermasyarakat. Misal gara-gara berkata kasar pada atasan terus di pecat dari perkerjaan, kan gak lucu. Atau memanggil teman dengan kata-kata kasar saat didunia nyata ataupun dimedsos kemudian malah berujung perkelahian bahkan penjara, kan gak lucu.

Kalau anak kita sudah terlanjur menjadikan kata-kata kasar sebagai kebiasaan sebaiknya kita beritahu bahwa kata-kata kasar hanya merugikan diri kita jika tidak dipakai disituasi dan kondisi yang tepat. Beritahu juga kepada anak kita bahwa Indonesia menerapkan UU ITE yang dapat menjerat orang yang berkata kasar dengan tuduhan ujaran kebencian.

Sebaiknya jauhkan anak kita khususnya yang masih labil sekalih dan suka menirukan orang lain seperti anak SD dari game online yang memiliki fitur chat dan yang tidak memblokir kata-kata kasar. Orang tua juga harus aktif mengawasi aktifitas media sosial anaknya.

Harapan Kepada Developer Game Online

Saya berharap untuk developer video game online asing sebaiknya melakukan riset bahasa dulu kemudian memfilter kata-kata kasar dari berbagai daerah dan memblokirnya di didalam game. Agar terciptanya lingkungan game yang aman dan nyaman bagi semua orang khususnya anak kecil dan juga untuk generasi bangsa agar memiliki budi pekerti yang baik.

Terimakasih sudah membaca,-

Tidak ada komentar untuk "Kata-kata Kotor Meracuni Anak Kecil Lewat Game Online"