KKN Desa Penari : Alasan Widya Selamat Dari Kematian

KKN Desa Penari : Alasan Widya Selamat Dari Kematian

2 minggu ini netizen sangat heboh dengan cerita tentang KKN di Desa Penari. Sampai-sampai viral dan menjadi trending topik di twitter serta di buat di portal berita nasional. Walaupun sudah 2 minggu dan terkesan agak telat, namun cerita ini masih menarik untuk di bahas. 

Salah satu hal yang membuat perdebatan netizen adalah bagaimana widya mampu selamat dari kematian sedangkan bima dan ayu tidak?padahal yang di incar oleh setannya adalah widya. Untuk itu langitsaya mencoba membedah bagaimana widya mampu selamat dari kematian.

Sedikit informasi bagi yang belum membaca ceritanya bahwa widya dan bima terjebak didimensi hantu saat widya membututi bima yang keluar tengah malam kehutan. widya terjebak di dimensi gaib baik raga dan sukma, sedangkan bima dan ayu terjebaknya sukmanya di dunia gaib sehingga tubuh mereka seperti orang lumpuh yang matanya hanya bisa meolot. Ayu memang tidak ikut kehutan dalam versi cerita nur saat sukmanya terjebak di dunia gaib.

Di akhir cerita versi widya, memang di kisahkan bahwa widya ditolong oleh anjing hitam yang menuntunnya ke jalan menuju desa dan kemudian widya di temukan oleh warga desa tersebut yang tengah mencarinya.

Di versi cerita Nur bahwa anjing hitam itu adalah jelmaan dari ilmu kebatinan mbah buyut yang mencoba menyelematkan widya. Kemudian widya ditemukan oleh warga dalam keadaan linglung namun masih mempu berbicara saat berada di rumah penginapan yang sudah banyak warga.

Di dalam penginapan sebelum widya di temukan sudah ada bima yang lebih dahulu di temukan dan ayu yang mengalami hal yang sama seperti bima lumpuh dan mata melotot. Namun kenapa mbah buyut tidak mampu menyelamatkan bima dan ayu?.

Diversi cerita nur bahwa di katakan bahwa ayu menjadi perantara sinden (nama jin disitu) untuk mengincar widya sebagai tumbal melalui bima. Karena ayu tidak mampu menjalankan tugasnya maka di berikan jalan pintas oleh sinden itu sebuah selendang hijau untuk dimaksukan ke tas widya.

Bima juga di kasih oleh sinden yang di anggap bima adalah manusia namun sebenarnya jin berupa perhiasan untuk di maksudkan ke tas widya agar widya suka dengan bima. Karena ayu suka dengan bima malah menyalah gunakan selendang itu untuk merayu bima di gubuk tapak tilas yang di keramatkan dan larang di singgahi didesa tersebut.

Dan nur tahu kemudian mengambil selendang dan perhiasan dari jin itu untuk di sembunyikannya di dalam kitabnya sehingga benda tersebut tidak memiliki  dan mungkin itulah yang membuat Sinden (nama jin)  murka. 

Dimalam kejadian bima dan widya menghilang bima mungkin sudah 'terhipnotis' oleh sinden untuk datang ke gubuk tapak tilas. Widya yang penasaran dengan gerak gerik bima dan mengikutinya malah ikut terperangkap di dunia gaib.

Widya mampu di selamatkan karena tidak memiliki benda tersebut yang di taruh ayu dan bima di tas widya. Juga widya sudah di proteksi oleh mbah buyut karena tahu sebenarnya yang di incar olen sinden adalah widya. Jadi seperti mbah buyut sudah tahu koordinat dari widya dan menemukannya serta menuntunya ke jalan menuju desa.

Sementara bima dan ayu yang tidak di proteksi oleh mbah buyut dan juga sudah menjadi kemurkaan dari sinden tidak mampu lagi untuk di selamatkan. Sebenarnya di versi cerita nur bima dan ayu mungkin bisa di sematkan oleh mbah buyut namun butuh waktu yang lama dan selama penyembuhan harus berada di desa tersebut.

Namun pihak keluarga tidak setuju dan memilih untuk membawanya pulang. Ayu meninggal setelah 3 bulan lumpuh dengan mata melotot ke atas sedangkan bima juga meninggal. Yang menarik sebelum meninggal bima masuk ke mimpi umi dan abah untuk meminta maaf.

Tidak ada komentar untuk "KKN Desa Penari : Alasan Widya Selamat Dari Kematian"