Daun: Struktur Morfologi, Struktur Anatomis, Fungsi, Dan Perbedaan

Daun: Struktur Morfologi, Struktur Anatomis, Fungsi, Dan Perbedaan
Struktur Daun. Foto/ Pelajaran.co.id

Cobalah kalian lihat bentuk daun tumbuhan di sekitar kalian. Daun terletak di bagain atas tumbuhan dan melekat pada batang.

A.  Struktur Morfologi Daun

Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, berwarna hijau. Namun, ada pula yang berbentuk jarum misalnya daun pinus, atau seperti sisik misalnya pada kaktus.

Daun lengkap mempunyai bagian-bagian berupa pelepah daun atau upih daun, tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Dalam satu tangkai daun ada yang berhelaian daun satu (daun tunggal) ada juga yang lebih dari satu (daun majemuk).  Daun majemuk ada yang anak daunnya tersusun menyirip dan ada yang menjari.

Daun dapat dikelompokkan berdasarkan susunan atau struktur tertentu. Untuk lebih memahami tentang keanekaragaman bentuk daun, dapat dilakukan pengamatan dan pengelompokan daun berdasarkan pedoman berikut ini.

1. Bentuk Helaian Daun

Berdasarkan bentuk helaian daun atau dilihat dari posisi relatif bagian daun yang paling besar, daun di kelompokkan sebagai berikut.

a. Bagian terlebar di tengah helaian daun
Termasuk kelompok ini antara lain
  1. Bentuk bundar, misalnya teratai
  2. Bentuk memanjang, misalnya srikaya
  3. Bentuk lanset, misalnya kamboja
b. Bagian terlebar di bawah tengah-tengah daun 
Termasuk kelompok ini antara lain
  1. Bentuk bulat telur, misalnya daun kembang sepatu
  2. Bentuk segitiga, misalnya daun bunga pukul empat
  3. Bentuk jantung, misalnya daun waru
  4. Bentuk panah, misalnya daun eceng
c. Bagian yang terlebar di atas tengah-tengah daun
Termasuk bentuk ini adalah
  1. Bentuk segitiga terbalik, misalnya daun semanggi
  2. Bentuk bulat terlur sungsang, misalnya daun sawo kecik
d. Bagian daun sama lebar
Termasuk kelompok ini antara lain
  1. Bentuk garis, misalnya daun dari tumbuhan rumput-rumputan
  2. Bentuk pita, misal daun jagung
  3. bentuk jarum, contohnya daun pinus

2. Bentuk Ujung Daun

Bentuk ujung daun dapat dibedakan menjadi:

a. runcing; umumnya terdapat pada daun bentuk bulat panjang, lanset, atau segitiga, misalnya daun oleander
b. meruncing; contohnya ujung daun sirsak
c. membulat; contohnya daun teratai besar
d. rompang/rata; contohnya ujung daun semanggi
e. terbelah; contohnya ujung daun bayam
f. berduri; contohnya daun nanas sebrang

3. Tepi Daun

Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi

a. rata; contohnya daun nangka
b. bergerigi; lekukan dan tonjolan runcing, contohnya daun lantana
c. bergigi; lekukan tumpul dan tonjolan runcing, contohnya daun beluntas
d. beringgit; lekukan runcing dan tonjolan tumpul, contohnya daun cocor bebek
e. berombak; lekukan dan tonjolan tumpul, contohnya daun air mata pengantin

4. Susunan Tulang Daun

Susunan tulang daun dapat dibedakan menjadi

a. menyirip; contohnya daun mangga
b. menjari; contohnya daun pepaya
c. melengkung; contohnya daun gadung
d. sejajar; contohnya daun teki-tekian

B. Struktur Anatomis Daun

Seperti halnya batang dan akar, secara anatomis daun tersusun atas tiga sistem jaringan, yakni jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkima), dan jaringan pengangkut (vaskular).

1. Epidermis

Epidermis biasanya dilindungi oleh lapisan kutikula. Pada tumbuhan tertentu selain lapisan kutikula di sebelah luarnya ada lapisan lilin, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar. Contohnya pada permukaan bawah daun pisang. Epidermis umumnya satu lapis tetapi ada yang lebih dari satu lapis. Epidermis daun dapat membentuk stomata dan trikoma.

Stomata umumnya terdapat di permukaan bawah, tetapi ada pula yang terdapat di kedua permukaan epidermis daun. Pada tumbuhan air (teratai, eceng gondok), stomata terdapat pada permukaan atas daun. Stomata tersusun atas lubang atau pori yang dikelilingi oleh dua sel berbentuk melengkung seperti ginjal. Kedua sel tersebut disebut sel penutup (sel penjaga; guard cell). Stomata mengatur penguapan, masuknya CO2 dari udara dan keluarkan O2 ke udara saat fotosintesis dan arah sebaliknya saat respirasi.

2. Jaringan dasar

Jaringan dasar pengisi daun terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah, disebut mesofil atau daging daun. Pada kebanyakan daun dikotil, mesofil berkembang menjadi palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan bunga karang). Mesofil merupakan daerah utama tempat fotosintesis. Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas dan tersusun rapat. Parenkima spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.

3. Berkas pengangkut

Berkas pengangkut (xilem dan floem) pada daun terdapat di tulang daun dan mempunyai susunan seperti pada batangnya. Semakin dekat dengan ujung tulang daun dan cabang tulang daun, susunan berkas pengangkut semakin sederhana.

C. Fungsi Daun

Fungsi utama daun adalah sebagai tempat fotosintesis, yang terjadi di mesofil, baik di palisade maupun spons. Daun juga menjadi tempat pertukaran gas, yang terjadi di stomata. Pada proses fotosintesis terjadi pertukaran gas yaitu karbon dioksida masuk dan oksigen keluar. Pertukaran gas yang sebaliknya berlangsung saat respirasi. Stomata di daun juga berfungsi untuk membuang kelebihan air melalui proses transpirasi.

D. Perbedaan Daun Monokotil dan Dikotil

Perbedaan Monokotil Dikotil
Struktur morfologi Pertulangan daun sejajar atau melengkung Pertulangan daun sejari atau menyirip
Struktur anatomi Parenkima mesofil umumnya tidak terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang Parenkima mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang


Baca juga:

Tidak ada komentar untuk "Daun: Struktur Morfologi, Struktur Anatomis, Fungsi, Dan Perbedaan"